Teori Behavior dan Struktural

berikut ada contoh makalah tentang teori behavior dan struktural dalam mata kuliah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab (Tharaaiq tadris lughah al-‘arabiyah).

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam pembahasan ini, hal yang sangat menonjol yang membedakan antara zaman kita sekarang dengan zaman-zaman sebelumnya adalah adanya perhatian terhadap penelitian dan kajian-kajian ilmiah. Penelitian dan kajian-kajian ilmiah tersebut menghasilkan banyak teori-teori, pandangan, dan aliran dalam dunia ilmu pengetahuan.
Metode penelitian tersebut tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu murni saja , tetapi juga mencakup sebagian besar ilmu-ilmu kemanusiaan, termasuk kajian-kajian bahasa khususnya berhubungan dengan kajian karakteristik bahasa, cara memperolehnya, serta model belajar dan pembelajarannya. Seperti teori yang terkenal yang membahas ini adalah teori behaviorisme dan teori strukturalisme (teori pisikologi yang paling menonjoldalam membahas masalah belajar bahasa dan pembelajarannya).
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan tentang teori behaviorisme beserta tokoh-tokohnya?
2. Jelaskan tentang teori struktural beseta tokoh-tokohnya?

C. Tujuan
Adapun tujuan penyusunan makalah ini dibuat dengan harapan agar mahasiswa dapat:
1. Mengetahui dan memahami teori behaviorisme beserta tokoh-tokohnya.
2. Mengetahui dan memahami teori strukturalisme beserta tokoh-tokohnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Teori Behaviorisme
Behaviorisme berpendapat bahwa perilaku terbentuk melalui rangsangan (stimulus) dan tindak balas (respons). Oleh sebab itu, maka dapat dikatakan bahwa perubahan perilaku lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Teori pembalajaran behaviorisme ini dibedakan menjadi dua yaitu: Classical Conditioning dan Operant Conditioning.
1. Classical Conditioning
Beberapa ilmuwan yang menganut teori ini diantaranya Pavlov, Waston dan Edwin Gutherie. Namun teori ini dipelopori oleh Ivan Pavlov (1849-1936), seorang fisiologi dari Rusia dan ilmuwan lain hanya mengembangkan dari teori Pavlov. Pavlov melakukan percobaan mengenai teori ini dengan menggunakan seekor anjing. Percobaan tersebut melahirkan sebuah teori bahwa perilaku baru dapat diciptakan dengan cara mendatangkan stimulus.
2. Operant Conditioning
Teori operant conditioning dipelopori oleh Skinner (1957), Teori ini mencul dari percobaan yang dilakukan oleh skinner terhadap seokor tikus. Percobaan itu dilakukan dengan cara memasukkan tikus kedalam sangkar yang di dalamnya diletakkan dua tongkat pengungkit. Di atas sangkar di letakkan dua buah mangkok, yang satu beri makanan yang sanya berisi bedak gatal. Jika tikus menginjak tongkat penggungkit yang pertama sepotonng makanan akan jatuh pada sangkar tersebut, tetapi jika tikus menginjak tongkat pengungkit yang kedua bedak gatal akan jatuh kedam sangkar. Ternyata tikus belajar dari pengalamanya setelah kedua tongkat tersebut pernah diinjak, tikus tersebut selalu menginjak tongkat pengungkit yang pertama karena dengan demikian dia akan memperoleh makanan (Abd Hamid 1987:14).
Dari eksperimen tersebut dapat diketahui bahwa kita dapat membentuk perilaku baru dengan stimuli,penguat dan respon. Penguat (reinforcement) dapat diartikan sebagai suatu konsekuensi perilaku yang memperkuat perilaku tertentu. Penguat dibagi menjadi dua yaitu:
a.) Penguatan positif ialah sesuatu rangsangan yang makin memperkuat atau mendorong suatu respon yang diinginkan. Misalnya Guru berkata pada siswa “tulisan punya kamu bagus”. Komentar tersebut dinamakan penguatan positif karena dapat meningkatkan semangat siswa untuk selalu menulis dengan benar.
b.) Penguatan negatif ialah penguatan yang mendorong individu untuk menghindari stimulus tertentu yang tidak menyenangkan. Misalnya ayah memarahi anaknya agar mau mengerjakan PR. Ayah tersebut terus memarahinya. Akhirnya, anak itu lelah mendengar omelan dan mengerjakan PR-nya. Respon anak (mengerjakan PR) merupakan upaya anak untuk menghilangkan stimulus yang tidak menyenangkan (omelan).

B. Teori Behaviorisme dalam Pemerolehan Bahasa
Kaum behaviorisme mengaplikasikan hukum behaviorisme ini terhadap pemerolehan bahasa dan pembelajarannya. Mereka melakukan langkah ini berdasarkan pendapatnya bahwa pemerolehan bahasa ini tidak berbeda dengan pemerolehan tingkah laku lainnya, begitu juga dalam hal belajar.
Anak memperoleh bahasanya, menurut pendapat mereka berdasarkan adat dan kebiasaan serta penguat positif dari kedua orang tua, guru, atau orang yang berada disekitarnya, ketika ia mengucapkan kalimat dengan benar untuk pertama kalinya. Ini terjadi berdasarkan penguat negative berupa pemberian sanksi secara langsung atau tidak langsung untuk menjaga agar anak bisa menjawab pertanyaaan dengan benar dan menghindari kesalahan.

C. Teori Stuktural
Pada akhir abad sembilan belas Masehi, dan awal abad dua puluh Masehi di Eropa lahirlah teori bahasa yang dikenal dengan nama aliran analisis stuktural (structualisme). Pembicaraan tentang teori stuktural akan berpusat pada dua tokoh pelopor linguistik stukturalis di Perancis dan Amerika Serikat. Aliran ini didirikan oleh seorang linguis Swiss, Ferdinand de Saussure (1857-1913 M). Ia menjelaskan teorinya ini dalam kuliah yang ia sampaikan kepada para mahasiswanya, sepeninggalnya pada 1916 M murid-muridnya menyebarkan teori atau analisis stuktural ini. Atas usaha mahasiswanya Ch. Bally dan A. Riedlinger, mereka menghimpun materi-materi kuliah ke dalam buku berjudul Cours de Linguistique Generale (Materi Kuliah Linguistik Umum).
Buku Cours de Linguistique Generale termasuk karyanya yang paling penting, khususnya tentang dasar-dasar yang membahas linguistik modern (modern linguistic). Tokoh linguistik stukturalis mutakhir di Prancis dapat diketengahkan Andre Martinet dengan karya-karya lain Elements de Linguistique Generale (1960) dan A Functional View of Language (1960).
Ferdinand de Saussure menjelaskan metodenya ini dengan mengatakan bahwa studi bahasa yang ditemukannya berdasarkan atas sebuah asas. Asas yang dimaksud bahwa objek linguistik satu-satunya yang valid adalah mempelajari bahasa dengan objek penelitian bahasa, dan untuk kepentingan bahasa itu sendiri. Peneliti hendaknya mempelejarinya untuk tujuan studi bahasa. Ia juga harus mempelajarinya secara objektif dengan tujuan meneliti hakekat bahasa itu, tidak bertujuan untuk mewujudkan tujuan-tujuan lain, semisal tujuan pendidikan atau tujuan ilmiah lainnya. Ia mempelajarinya tidak dengan bermaksud menggembangkan, atau membenarkan aspek kesalahan dari bahasa itu. Tetapi, ia berusaha mendeskripsikan dan menganalisis bahasa itu dengan metode ilmiah yang objektif.
Metode ini juga membahas bahasa sebagai bahasa. Ia mempelajarinya sebagaimana adanya, dan mempelajarinya pada apa yang tampak darinya. Seorang peneliti bahasa tidak boleh mengubah karakteristik bahasa, sebagaimana ia tidak boleh mengubah karakteristik suatu ilmu.
De Saussure dalam teori struktural menggungkapkan bahwa membedakan objek ilmu yaitu bahasa dan apa yang terkait dengannya berupa perkataan manusia. Ia membedakan tiga istilah yaitu: La Parol, La Langage, La Langue. La langue adalah keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa yang sifatnya abstrak. Sedangkan yang dimaksud dengan La parole adalah pemakaian atau realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa yang sifatnya kongkrit karena parole itu tidak lain dari pada realitas fisis yang berbeda dari orang yang satu dengan orang yang lain. Dalam hal ini yang menjadi objek telaah linguistik adalah langue yang tentu saja dilakukan melalui parole, karena parole itulah wujud bahasa yang kongkrit yang dapat diamati dan diteliti.
Signifiant dan Signifie, Ferdinand de Saussure mengemukakan teori bahwa setiap tanda atau tanda linguistik (signe atau signe linguistique) dibentuk oleh dua buah komponen yang tidak terpisahkan yaitu komponen Signifiant dan komponen Signifie. Signifiant adalah citra bunyi atau kesan pisikologis bunyi yang timbul dalam pikiran kita. Sedangkan signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam fikiran kita. Hubungan keduanya sangat erat, karena keduanya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Signe linguistique (kata) = signifie (makna) + signifiant (bentuk).
Aliran ini berbeda dengan aliran stuktural di Amerika Serikat. Kemunculan aliran ini berbeda bentuk dengan aliran di Eropa. Aliran struktural di Amerika Serikat mempunyai ciri dan keistimewaan tersendiri. Teori ini bahkan disebut-sebut menjadi teori populer karena hasil studi para pakar bahasa ketika mereka mendeskripsikan bahasa Indo-Amerika menggambarkan bahasa yang berbeda dengan bahasa Indo-Eropa. Itulah permulaan yang sebenarnya aliran struktural di Amerika Serikat, dalam perkembangannya kemudian teori ini lebih di kenal dengan nama Bloomfielian Scool yang dipimpin oleh seorang ahli antropologi F. Boas (1858-1948). Ia menggunaka metode baru untuk menganalisis dan mendeskripsikan bahasa yang sesuai dengan karakteristik bahasa baru ini, termasuk budayanya. Ia juga mendeskripsikan sebagian bahasa Indo-Amerika, kemudian ia menghimpunnya dalam bukunya yang terkenal Handbook of the American-Indian Language (Buku Paduan Bahasa Indo-Amerika). Kendatipun umur buku ini sudah tua, tetapi dalam mukadimahnya memuat sesuatu yang istimewa di bidang linguistik.
Di Amerika Serikat teori kebahasaan stukturalis dipelopori oleh dua tokoh utama yaitu Edward Sapir dan Leonard Bloomfield. Edward Sapir adalah salah seorang murid F. Boas, ia banyak terpengaruh oleh pendapat gurunya dalam studi fenomena bahasa. Edward Sapir dengan bukunya Language : An Introduction to the Study of Speech (1921). Menurut pandangan Sapir, ucapan seseorang adalah sesuatu yang bisa diamati dan dianalisis. Metode ilmiah yang sapir gunakan berpengaruh pada perhatiannya struktur atau bentuk luar bahasa, yang didasarkan pada ucapan penutur bahasa, dengan jalan berkomunikasi langsung dengan mereka. Sapir hanya mefokuskan perhatiannya pada studi bentuk lahiriah bahasa itu sendiri, dan tidak berdasarkan pada makna dan apa yang tergambar dalam pikiran si penutur. Walaupun ia tidak melupakan makna secara keseluruhan dalam menganalisis dengan alasan bahwa unsur dasar struktur bahasa menurutnya ada tiga, yaitu: Unsur tata bahasa dasar (nahwu asasi), kata, dan kalimat.
Perhatian Sapir terhadap struktur lahiriyah bahasa terfokus pada ide pola bahasa (linguistic patterns). Menurut pandangannya, pola bahasa itulah yang lebih layak dipelajari karena ia sangat penting bagi kehidupan bahasa itu, dan pentingnya berkomunikasi. Pola bahasa yang dimaksud adalah ciri-ciri atau sifat-sifat dasar yang dibawa oleh manusia sebagai sistem bahasanya yang berbeda dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan realitas.
Adapun tokoh utama ke dua aliran struktural Amerika Serikat adalah Leonart Bloomfield (1887-1947). Ia sangat terkenal karena bukunya yang berjudul Language (terbit pertama kali tahun 1933) dan selalu dikaitkan dengan aliran struktural Amerika. Istilah strukturalis sebenarnya dapat dikenakan kepada semua aliran linguistik, sebab semua aliran linguistik pasti berusaha menjelaskan seluk-beluk bahasa berdasarkan strukturnya. Namun nama strukturalisme lebih dikenal dan menyatu kepada aliran linguistik yang dikembangkan oleh Bloomfield dan kawan-kawannya di Amerika. Aliran ini berkembangpesat di Amerika pada tahun tiga puluhan sampai akhir tahun lima puluhan.
Bukan hanya metode ini yang menyebabkan Bloomfield terkenal, akan tetapi ia terkenal karena keterpengaruhanya terhadap aliran behaviorisme dalam pisikologi yang diyakininya, demikian juga karena hubungannya dengan ahli ilmu jiwa tingkah laku. Keyakinan Bloomfield terhadap pokok-pokok aliran tingkah laku tersebut adalah ia bisa membuat aliran linguistik dan pisikologi tersendiri (independent) memiliki rambu-rambu yang jelas yaitu aliran behaviorisme yang disandarkan pada dirinya sendiri, kemudian dikenal sebagai aliran Bloomfilian School dan kemudian dikenal nama Yale School, nama universitas yang terkenal di Amerika tempat ia mengajar.
Pada 1914 M Bloomfield menerbitkan buku yang berjudul Inttoduction to the Study of the Language (Pengantar Studi Bahasa) yang menjadi sumberstudi bahasa di Amerika Serikat dan Eropa. Setelah ia menganut teori behaviorisme, ia merevisi kembali bukunya dan dicetak ulang pada 1933 M dengan judul baru Language. Pokok-pokok pandangan aliran ini yang hanya memperhatikan prilaku lahiriah tidak lain merupakan bentuk lahir dari tingkah laku manusia yang bersifat mekanik, yaitu hukum stimulus-respons yang tidak ada hubungannya dengan hubungan dengan fikiran dan akal manusia. Artinya manusia sama dengan hewan atau alat dalam hal tingkah laku bahasanya. Bahasa itu tidak lain sebagai bagian respons bunyi bagi peristiwa atau kejadian tertentu yang tibul dari bunyi tersebut yang menimbulkan dorongan atau atau penguatan positif.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa sesungguhnya teori struktural itu berdiri dan bermula dari pendiri pertamanya yaitu Ferdinand de Saussure. Aliran struktural ini berdasarkan pada yang mereka yakini bahwa bahasa adalah tatanan yang berbentuk dari hubungan-hubungan terikat yang dengannya hubungan keanggotaan, termasuk adanya persamaan dan perbedaan. Bahasa ini dimulai dari tuturan atau perkataan : kalimat, kata, dan berakhir pada ciri khusus bagi satuan bunyi yang terkecil dalam bahasa yang disebut morfem. Misalnya : keras, pelan, kencang. Maknanya kaum struktural memusatkan perhatiannya pada bentuk luar bahasa khususnya lisan. Alasan pendapat mereka maka itulah asal usul bahasa.
Hubungan para linguis Arab dengan kajian bahasa di Barat pada abad modern merujuk pada paruh kedua abad ke-19 M. Walaupun demikian, metode deskriptif struktural itu mulai ditransver ke dalam studi bahasa Arab pada paruh kedua abad ke-20 tepatnya ketika Dr. Ibrahim Anis, linguis Arab pertama berhasil menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas London. Dia juga berhasil menerbitkan tiga buku :al-Ashwat ar-Arabiyah (Fonetik Bahasa Arab), Fii al-Lahajat al-Arabiyah (Dialek Bahasa Arab),dan Dilaalah al-Alfazh (Simantik).
Aliran struktural sangat populer dan berkembang hingga akhir tahun kelima abad ke-20 M. Lalu muncul pakar bahasa dari Amerika Serikat Noam Chomsky. Chomsky mengumumkan teori generatif transformasinya dalam bukunya yang berjudul Syintactic Structures yang terbit pada 1957 M. Buku ini kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Arab.
Chomsky mampu membuktikan dari teori ini bahwa deskripsi bahasa manapun yang sesuai dengan konsep aliran analisis struktur lahir merupakan hal yang sangat rumit atau setidak-tidaknya ia cukup untuk menafsirkan semua kalimat yang shahih dalam suatu bahasa yang sempurna. Deskripsi ini menurut pandangannya hanya berinteraksi dengan struktur lahir bahasa dan tidak memperhatikan aspek struktur batinnya. Chomsky menolakbahasa dibatasi pada batasan pada tataran berdasarkan struktur lahir saja, ia menganggap bahwa cara seperti ini adalah titik yang paling lemah dalam menganalisis bahasa. Ia berusaha mempertahankan teorinya ini dengan mengatakan bahwa bahasa adalah aktivitas akal, bahasa pula yang membedakan antara manusia dan hewan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Teori Stuktural
Pada akhir abad sembilan belas Masehi, dan awal abad dua puluh Masehi di Eropa lahirlah teori bahasa yang dikenal dengan nama aliran analisis stuktural (structualisme). Pembicaraan tentang teori stuktural akan berpusat pada dua tokoh pelopor linguistik stukturalis di Perancis dan Amerika Serikat. Aliran ini didirikan oleh seorang linguis Swiss, Ferdinand de Saussure (1857-1913 M).
Ferdinand de Saussure menjelaskan metodenya ini dengan mengatakan bahwa studi bahasa yang ditemukannya berdasarkan atas sebuah asas. Asas yang dimaksud bahwa objek linguistik satu-satunya yang valid adalah mempelajari bahasa dengan objek penelitian bahasa. Ia berusaha mendeskripsikan dan menganalisis bahasa itu dengan metode ilmiah yang objektif.
Di Amerika Serikat teori kebahasaan stukturalis dipelopori oleh dua tokoh utama yaitu Edward Sapir dan Leonard Bloomfield. Edward Sapir adalah salah seorang murid F. Boas, ia banyak terpengaruh oleh pendapat gurunya dalam studi fenomena bahasa. Edward Sapir dengan bukunya Language : An Introduction to the Study of Speech (1921).
Menurut pandangan Sapir, ucapan seseorang adalah sesuatu yang bisa diamati dan dianalisis. Metode ilmiah yang sapir gunakan berpengaruh pada perhatiannya struktur atau bentuk luar bahasa, yang didasarkan pada ucapan penutur bahasa, dengan jalan berkomunikasi langsung dengan mereka. Sapir hanya mefokuskan perhatiannya pada studi bentuk lahiriah bahasa itu sendiri, dan tidak berdasarkan pada makna dan apa yang tergambar dalam pikiran si penutur.
Adapun tokoh utama ke dua aliran struktural Amerika Serikat adalah Leonart Bloomfield (1887-1947). Ia sangat terkenal karena bukunya yang berjudul Language (terbit pertama kali tahun 1933) dan selalu dikaitkan dengan aliran struktural Amerika. Istilah strukturalis sebenarnya dapat dikenakan kepada semua aliran linguistik, sebab semua aliran linguistik pasti berusaha menjelaskan seluk-beluk bahasa berdasarkan strukturnya.
Bukan hanya metode ini yang menyebabkan Bloomfield terkenal, akan tetapi ia terkenal karena keterpengaruhanya terhadap aliran behaviorisme dalam pisikologi yang diyakininya, demikian juga karena hubungannya dengan ahli ilmu jiwa tingkah laku. Bloomfield berkeyakinan bahwa ia bisa membuat aliran linguistik dan pisikologi tersendiri (independent) memiliki rambu-rambu yang jelas yaitu aliran behaviorisme yang disandarkan pada dirinya sendiri, kemudian dikenal sebagai aliran Bloomfilian School dan kemudian dikenal nama Yale School, nama universitas yang terkenal di Amerika tempat ia mengajar.
Teori Behavior
Behaviorisme berpendapat bahwa perilaku terbentuk melalui perkaitan rangsangan (stimulus) dengan tindak balas (respons). Menurut skinner selain stimulus dan respons juga harus ada penguat (reinforcement) yaitu penguat positif dan penguat negatif.
Kaum behaviorisme mengaplikasikan hukum behaviorisme ini terhadap pemerolehan bahasa dan pembelajarannya. Mereka melakukan langkah ini berdasarkan pendapatnya bahwa pemerolehan bahasa ini tidak berbeda dengan pemerolehan tingkah laku lainnya, begitu juga dalam hal belajar.
Anak memperoleh bahasanya, menurut pendapat mereka berdasarkan adat dan kebiasaan serta penguat positif dari kedua orang tua, guru, atau orang yang berada disekitarnya, ketika ia mengucapkan kalimat dengan benar untuk pertama kalinya. Ini terjadi berdasarkan penguat negative berupa pemberian sanksi secara langsung atau tidak langsung untuk menjaga agar anak bisa menjawab pertanyaaan dengan benar dan menghindari kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2010)
Aziz Abdul bin Ibrahim el-Ushaili, Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: Humaniora, 2009)
ChaerAbdul, Linguistik Umum, (Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2003)
Daniel Jos Parera, Kajian Linguistik Umum Historis dan tipologi Struktural, (Jakarta: Erlangga, 1991)
Surya Mohamad, Pisikologi Pembelajaran dan Pengajaran, (Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004)
W. Jhon Santrock, Pisikologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s