Resensi Buku Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab

Judul : Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab
Penulis : Prof. Dr. Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili
Penerbit : HUMANIORA
Cetakan : 08. 2009
Tebal : 153 halaman
Peresensi : Citra Puspita Maulida

Manusia dilahirkan dan dididik, pada masa kecilnya di lingkungan tertentu , baik di lingkungan orang tuanya dan kerabatnya, maupun pemelihara orang-orang yang mendidiknya. Ia belajar bahasa lingkungannya hingga ia bisa berbicara dan menguasai kaidah-kaidah berbahasa, dan ia juga mengetahui aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sosialnya. Para ahli bahasa menamakan bahasa ibu (mother tongue). Bahasa ibu adalah bahasa pertama (first language) bagi anak, baik bahasa kedua orang tua maupun bahasa orang-orang yang masih mempunyai hubungan nasab. Adapun para ahli bahasa mempunyai pendapat yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
Dari hasil analisis penulis bahwa buku psikolinguistik pembelajaran bahasa arab, karangan Prof. Dr. Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili salah seorang guru besar linguistik terapan di Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh. Buku yang beliau tulis ini terbilang masih sangat langka, sehingga buku ini menjadi sanggar penting untuk dipelajari bukan hanya untuk para mahasiswa yang khusus mempelajari bahasa asing- arab, tetapi untuk semua kalangan. Buku ini memiliki gaya bahasa yang lihai, simpel, dan bahasanya yang signifikan mudah dimengerti oleh pembaca, sehingga pembaca tertarik untuk membacanya. Apa yang disusun oleh Prof. Dr. Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili terdiri dari berbagai macam teori-teori saja, tanpa menjelaskan secara detail bagaimana hubungan teori tersebut dengan linguistik dalam pembelajaran bahasa arab. Serta tidak memberikan contoh-contoh yang kongkrit terhadap pembelajaran bahasa arab sehingga antara teori yang dipaparkan dengan pembelajaran bahasa arab cukup sulit untuk difahami. Teori-teori tersebut sebagaimana yang ada dibawah ini :
Dari buku ini para pembaca akan banyak mengetahui tentang teori-teori bahasa, pandangan masing-masing teori terhadap karakteristik bahasa beserta analisisnya. Begitu juga dengan teori pembelajaran bahasa , aliran-aliran dalam pembelajaran bahasa behaviorisme-stuktural dan kongnitif. Buku ini juga mengemukakan pendapat-pendapat dan pandangan-pandangan baru dari para linguis Barat.
Teori behaviorisme dalam pemerolehan dan pembelajaran bahasa merupakan salah satu hasil penerapan teori behaviorisme dalam ilmu jiwa terhadapperilaku verbal manusia. Teori ini dimulai dari langkah Pavlov (1849-1936 M.) yaitu mengamati air liur anjing yang keluar ketika diberi makan, kemudian Pavlov berkesimpulan bahwa makanan merupakan stimulus (rangsangan) bagi anjing, yang diikuti secara spontan oleh respons. Respon itu berupa air liur yang keluar ketika anjing melihat makanan, ketika anjing itu melihat pembantu datang lagi padahal ia tidak membawa makanan, air liurnya tetap keluar. Dengan kata lain anjing “memahami” bahwa pembantu dating berarti makanan pun muncul. Hasil eksprimen ini menjadi salah satu cabang aliran behaviorisme, dan dikenal dengan nama aliran classical conditioning (pembiasaan klasik). Adapun asas-asasaliran behaviorisme adalah stimulus (rangsangan), response (gerak balas), reinforcement (penguat)..
Penganut teori lainnya adalah Skinner. Skinner dianggap sebagai tokoh yang paling terkenal dalam teori ini, karena tingkah lakunya yang paling menonjol dalam masalah ini. Dia juga menerbitkan buku yang berjudul Behavior Modification (Memodifikasi Tingkah Laku), didalam buku ini ia menjelaskan pendapat dan teorinya dalam mempelajari pengalaman yang bersifat pengetahuan, dan berkaitan dengan upaya mengubah tingkah laku dan adat kebiyasaan. Dan ia mengemukakan sebuah istilah baru bernama verbal behavior (tingkah laku verbal). Berdasarkan data-data teori ini berdasarkan gerakan spontanitas (otomatis) dari hewan, seperti pada penjelasan yang lalu bahasa menjadi bagian dari bentuk prilaku lahir, khususnya bagi anak-anak ketika mereka memperoleh bahasa ibu. Anak-anak memperoleh bahasanya berdasarkan adat dan kebiasaan, serta penguatan positif dari kedua orang tua, guru-guru, atau orang-orang yang ada disekitarnya.
Kendatipun banyak hipotesis yang mengikuti teori behaviorisme ini, dalam pemerolehan bahasa semua teori ini satu pendapat yaitu hanya terfokus hanya pada perilaku verbal dan menilainya secara lahir, serta menghindar dari penafsiran aktifitas akal. Tidak berarti penganut aliran tingkah laku ini tidak mempercayai pentingnya aktivitas berfikir saat belajar bahasa. Tetapi menurut mereka aktifitas akal atu terlalu sulit atau tidak bias diukur dan dianalisis.
Secara garis besar teori yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Abdul Aziz bin Ibrahim el-Ushaili dalam buku ini secara umum berhubungan dengan teori pendidikan tanpa menjelaskan hubungan teori-teori tersebut dengan pembelajaran bahasa arab. Diantara sekian banyak teori yang dipaparkan oleh penulis hanya terdapat satu atau dua teori yang berhubungan langsung dengan metode pembelajaran bahasa arab seperti pada awal abad dua puluh masehi, di Eropa lahirlah teori bahasa yang dikenal dengan nama aliran analisis strultural (structuralism). Aliran ini didirikan oleh seorang linguis Swiss, Ferdinand de Saussure (1857-1913 M.). Ia menjelaskan dalam kuliah yang ia sampaikan kepada para mahasiswanya. Sepeninggalnya pada 1916 M, murid-muridnya menyebarkan teori ini dan menghimpunnya kedalam sebuah buku berjudul cours de Linguistique (Materi Kuliah Linguistik Umum). Buku ini termasuk karya yang penting, khususnya tentang dasar-dasar yang membahas linguistic modern. De Saussure memulai ulasannya dengan linguistic structural yang dikenal dengan Geneva Scool.
Teori ini pada dasarnya berhubungan langsung dengan bahasa, akan tetapi penulis tidak memberikan penjelasan antara hubungan teori ini dengan pembelajaran bahasa arab. Serta tidak memberikan contoh yang kongkrit dengan pola bahasa arab yang bisa memperkuat teori ini sehingga para pembaca mudah memahami antara hubungan teori ini dengan pembelajaran bahasa arab. Kemudian yang menjadi catatan penting bahwa teori ini walaupun berbicara tentang teori bahasa akan tetapi berhubungan dengan pembelajaran secara universal.
Pada paruh pertama abad 20 M, muncullah beberapa teori kognitif. Teori-teori kognitif modern itu antara lain, teori keseluruhan yang lebih dikenal dengan nama Teori Gestalt. Penganut teori ini berpandangan bahwa akal murid akan melihat sesuatu secara keseluruhan, tidak hanya kumpulan dari bagian-bagian sesuatu akan tetapi bagian-bagian tersebut saling berinteraksi. Bagian dari teori kognitif ini adalah Teori Perkembangan (dalam ilmu jiwa, psikologis) dipelopori oleh psikolog Swiss, Jean Piaget (1896-1980 M), teorinya dikenal dengan nama Piaget Constructivism. Teori ini juga menegaskan pentingnya kontribusi positif dari siswa karena siswalah yang menguasai aktifitas belajar. Pandangan teori ini terhadap peranan akal dan fikiran dalam perolehan bahasa dan mempelajarinya tampaklah jelas. perbedaan antara aliran kognitif dan behaviorisme adalah dalam pandangan teori kognitif, kesalahan yang dilakukan oleh kaum behavioris adalah pendapat hanya berdasarkan asumsi. Bahkan menurut mereka manusia mempelajari masalah-masalah kehidupan secara umum disamakan dengan cara hewan belajar, seperti tikus, anjing, dll.
Tokoh Noam Chomsky adalah seorang linguis Amerika Serikat, dan salah satu seorang murid Harris Zellig. Chomsky menyebarkan pandangan-pandangan dalam buku Syntatic Structures yang di terbitkan tahun 1957. Melihat kedua metode ini, metode stuktural dan behaviorisme sebaliknya, Chomsky meneliti bahasa harus juga memperhatikan penjelasan dan makna. Teori baru yang pertama adalah Teori Generatif Transformasi yang digagas oleh Chomsky. Metode ini menaruh perhatian terhadap aspek akal. Ia mendasarkan teorinya ini atas dasar asumsi bahwa bahasa menjadi bagian dari komponen manusia dan produk khas akal manusia. Unsur yang membedakan manusia dengan hewan adalah kecerdasan dan akal kemampuannya berfikir. Kaidah-kaidah yang sangat Chomsky perhatikan adalah mencakup aswat (fonetik, fonologi), shorof (morfologi), nahwu (sintaksis),dan ma’ani (makna-makna).

by : Citra Azzura

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s