Ta’ajub

Berikut ini adalah pembahasan ta’ajub dalam kitab nahwu ta’limi. Semoga bermanfaat ^_^

Memunculkan perintah dari perintah-perintah, atau sesuatu dari sesuatu yang mengejutkan, atau emosi dalam diri, untuk mengekspresikan sifat yang baik atau jelek, oleh karena itu menggunakan ta’ajub.
Macam-macam ta’ajub:
1. Jenis ta’ajub yaitu memahami dengan qorinah, seperti perkataan orang Arab لله درّه فارسا
2. Ta’ajub Qiyasi atau Istilahi, yaitu subjek untuk kaidah tata bahasa, dan ahli tata bahasa telah menetapkan dua sighoh (rumus), berupa (أجمل بالسماء) افعل به dan (ما أجمل السماء) ما افعله
Syarat fi’il yang dibentuk dari ta’ajub :
Ahli tata bahasa menetapkan delapan syarat wajib yang ada pada fi’il yang dibentuk dari dua sighoh yang telah disebutkan:
1. Berupa fi’il madhi
2. Berupa fi’il tsulatsi, tidak bershighoh lebih dari tiga huruf, seperti: دحرج, انطلق, استخرج. Kalaupun ada ta’ajub yang terbentuk dari fi’il ruba’i, maka mengikuti wazan “أفعل”, contoh:
ما اقفر الصحراء, ما أعطى التقي للصدقات, ما أولى العاقل بردع نفسه
3. Berupa fi’il yang dapat di tashrif (mutasharrif), tidak terbentuk dari fi’il-fi’il jamid, seperti: نعم, بئس, عسى, ليس.
4. Berupa makna fi’il yang bermaksud ta’ajub yang layak digunakan sebagai ziyadah, tafawut, dan tafadhul, tidak terbentuk dari contoh: مات, فني
5. Berupa fi’il yang sempurna, tidak terbentuk dari “كان وأخواتها” dan “كاد وأخواتها” karena termasuk fi’il-fi’il yang naqis.
6. Berupa fi’il mutsbat (ghoiru manfi), tidak terbentuk dari fi’il nafi, begitu juga dengan nafi yang lazim, seperti contoh: ما عاج الدواء, ما حضر الغائب
7. Tidak terbentuk dari sifat musyabbahah dari wazan “افعل” yang muannatsnya “فعلاء”, contoh: رجل أعرج, وامرأة عرجاء dan keduanya berasal dari kata “عرج”
Sifat musyabbahah menunjukkan atau identik dengan warna, dll. Oleh karena itu, ta’ajub tidak boleh terbentuk dari fi’il-fi’il: عرج, خضر, حور, dsb.
8. Tidak terbentuk dari fi’il mabni majhul. Jika menghendaki ta’ajub berupa mabni majhul, maka fi’il-fi’il yang digunakan, seperti: زهي, هزل. Selain dari keduanya, orang Arab telah menolaknya.
Ta’ajub dari fi’il selain tingkatan syarat yang telah disebutkan:
Ta’ajub dari fi’il-fi’il yang belum sempurna syaratnya, maka bisa menggunakan “أشدد …” dan “ما أشدّ… “ , dengan ketentuan nashob setelah “أفعل”, contoh: ما أشدّ حمرته, dan jer setelah “أفعل”, contoh seperti: أشدد بحمرته

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s