Hukum Jual Beli Online

A. PENGERTIAN JUAL BELI ONLINE
Berbisnis merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pun telah menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang (al-hadits). Artinya, melalui jalan perdagangan inilah, pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka sehingga karunia Allah terpancar daripadanya. Jual beli merupakan sesuatu yang diperbolehkan

وأحل الله بيع وحرم الربو
Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS 2 : 275), dengan catatan selama dilakukan dengan benar sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
Sebelum menjelaskan tentang pengertian jual beli online maka penulis sedikat akan menjelaskan tentang pengertian jual beli itu sendiri.

Pengertian jual beli (البيع) secara syara’ adalah tukar menukar harta dengan harta untuk memiliki dan memberi kepemilikan (Mughnii 3/560).
Sebagian ulama lain memberi pengertian :
a. Menurut ulama Hanafiyah : “Pertukaran harta (benda) dengan harta berdasarkan cara khusus (yang dibolehkan)”. (Alauddin al-Kasani, Bada’i ash-Shana’I fi Tartib asy-Syara’i, juz 5, hal. 133)
b. Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ : “Pertukaran harta dengan harta untuk kepemilikan”. (Muhammad asy-Syarbini, Mugni al-Muhtaj, juz 2, hal. 2)
c. Menurut Ibnu Qudamah dalam kitab al-Mughni : “ Pertukaran harta dengan harta untuk saling menjadikan milik”. (Ibnu Qudamah, al-Mughni, juz 3, hal. 559)
d. Tukar menukar harta meskipun ada dalam tanggungan atau kemanfaatan yang mubah dengan sesuatu yang semisal dengan keduanya, untuk memberikan secara tetap (Raudh al-Nadii Syarah Kafi al-Muhtadi, 203).
e. Menukar barang dengan barang atau barang dengan uang dengan jalan melepaskan hak milik dari yang satu kepada yang lain atas dasar saling ridha. (Idris Ahmad, Fiqh al-Syafi’iyah)
f. Saling tukar harta, saling menerima, dapat dikelola (tasharruf) dengan ijab dan qabul dengan cara yang sesuai dengan syara. (Taqiyuddin, Kifayat al-Akhyar, hal. 329)
g. Penukaran benda dengan benda lain dengan jalan saling merelakan dan memindahkan hak milik dengan ada penggantinya dengan cara yang dibolehkan. (Fiqh al-Sunnah, hal. 126)
Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa jual beli ialah suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai secara ridha di antara kedua belah pihak, yang satu menerima benda-benda dan pihak lain menerimanya sesuai dengan perjanjian atau ketentuan yang telah dibenarkan syara’ dan disepakati.
Inti dari beberapa pengertian tersebut mempunyai kesamaan dan mengandung hal-hal antara lain :
1. Jual beli dilakukan oleh 2 orang (2 sisi) yang saling melakukan tukar menukar
2. Tukar menukar tersebut atas suatu barang atau sesuatu yang dihukumi seperti barang, yakni kemanfaatan dari kedua belah pihak.
3. Sesuatu yang tidak berupa barang/harta atau yang dihukumi sepertinya tidak sah untuk diperjualbelikan.
4. Tukar menukar tersebut hukumnya tetap berlaku, yakni kedua belah pihak memiliki sesuatu yang diserahkan kepadanya dengan adanya ketetapan jual beli dengan kepemilikan abadi.
Umumnya transaksi dilakukan dengan hadirnya dua orang yang mengadakan transaksi dan adanya kerelaan kedua belah pihak. Transaksi secara online merupakan transakasi pesanan dalam model bisnis era global yang non face, dengan hanya melakukan transfer data lewat maya (data intercange) via internet, yang mana kedua belah pihak, antara originator dan adresse (penjual dan pembeli), atau menembus batas System Pemasaran dan Bisnis-Online dengan menggunakan Sentral shop, Sentral Shop merupakan sebuah Rancangan Web Ecommerce smart dan sekaligus sebagai Bussiness Intelligent yang sangat stabil untuk diguakan dalam memulai, menjalankan, mengembangkan, dan mengontrol Bisnis.
Perkembangan teknologi inilah yang bisa memudahkan transaksi jarak jauh, dimana manusia bisa dapat berinteraksi secara singkat walaupun tanp face to face, akan tetapi didalam bisnis adalah yang terpenting memberikan informasi dan mencari keuntungan.
Adapun mengenai definisi mengenai E-Commerce secara umumnya adalah dengan merujuk pada semua bentuk transaksikomersial, yang menyangkut organisasi dan transmisi data yang digeneralisasikan dalam bentuk teks, suara, dan gambar secara lengkap. Sedangkan pihak-pihak yang terlibat sebagaiman yang telah diungkapkan dalam akad salam diatas, mungkin tidak beda jauh, hanya saja persyaratan tempat yang berbeda
Adapun pengertian Jual Beli Online , yaitu ” (sebuah akad jual beli yang dilakukan dengan menggunakan sarana eletronik (internet) baik berupa barang maupun berupa jasa). Atau “ akad yang disepakati dengan menentukan ciri-ciri tertentu dengan membayar harganya terlebih dahulu sedangkann barangnya diserahkan kemudian”
Masalah jual beli online merupakan masalah fiqih kontemporer yang belum pernah dibahas dalam kitab- kitab fiqih klasik. Oleh karena itu dalam pembahasan yang berhubungan dengan jual beli online banyak dikaitkan dengan item- item jual beli yang ada dalam kitab- kitab fiqih, terkait dengan ketentuan pokok atau lazim disebut rukun dan syarat jual beli.

B. RUKUN JUAL BELI
Adapun rukun-rukun jual beli adalah :
1. Adanya penjual
2. Adanya pembeli
3. Ijab qobul
4. Barang yang diakadkan
5. Adanya kerelaan
Adapun rukun jual beli menurut jumhur ulama’ dan imam hanafi , yaitu :
a. Menurut madzab imam hanafi, rukun jual beli itu hanya satu, yaitu akad saling rela antara mereka ( ‘an taraadin ) yang terwujud dalam ijab (ungkapan membeli dari pembeli ) dan qabul ( ungkapan menjual dari penjual . selain akad, madzab hanafi menyebutnya sebagai syarat.
b. Sedangkan menurut jumhur fuqaha’ rukun jual beli itu adalah : penjual dan pembeli, ijab dan qabul, ada barang yang dibeli, ada nilai tukar ( harga ).

C. SYARAT JUAL BELI
Syarat-syarat jual beli :
1. Syarat sah jual beli adalah pelaku akad disyaratkan berakal, memiliki kemampuan memilih (orang gila, orang mabuk tidak dinyatakan sah).
2. Syarat barang yang di akadkan :
 Suci (halal dan baik)
 Bermanfaat
 Milik sendiri
 Mampu diserahkan oleh pelaku akad
 Mengetahui status barang ( kualitas, kuantitas, jenis, dll
 Barang tersebut dapat diterima oleh pihak yang melakukan akad
Adapun syarat jual beli yang terpokok adalah : orang yang berakad berakal sehat, barang yang diperjual belikan ada manfaatnya, barang yang diperjual belikan ada pemiliknya, dan dalam transaksi jual beli tidak terjadi manipulasi atau penipuan.
Berdasarkan paparan di atas, dapat dibawa ke permasalahan pokok kali ini, yaitu jual beli melalui online yang sebenarnya juga termasuk jual beli via telepon, sms dan alat telekomunikasi lainnya, maka yang terpenting adalah :
1. ada barang yang diperjual belikan, halal dan jelas pemiliknya, sebagaimana hadist nabi : “ tidak sah jual beli kecuali sesuatu yang dimiliki seseorang “
(HR. At- Turmudzi dan Abu Dawud).
2. Ada harga wajar yang disepakati kedua belah pihak (penjual dan pembeli), tidak ada unsur manipulasi atau penipuan dalam transaksi ( HR. Bukhari Muslim )
3. prosedur transaksinya benar, diketahui dan saling rela antara kedua belah pihak, sebagaimana makna firman allah : “ kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku secara saling rela diantara kamu “ ( an nisa’ ayat 29 ).
Terkait dengan jual beli online, selain syarat yang disebutkan diatas, tidak pentingnya bahwa barang yang diinginkan oleh pembeli harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pembeli baik dari segi bentuk maupun warnanya.
Jika beberapa syarat tersebut terpenuhi, maka sebenarnya jual beli dengan cara apapaun tidak ada masalah, tetap sah dan diperbolehkan. Apalagi jika suatu jenis transaksi itu sudah menjadi kebiasaan, walau menurut orang lain aneh, maka secara fiqih tetap sah dan boleh.
Al ashlu fil asy-ya’ al- ibaachah, chattaa yaddullad daliilu’alattahriim,yakni pada dasarnya segala sesuatu itu hukumnya boleh. Berpijak dari landasan kaidah fiqhiyah tersebut, maka jual beli online itu diperbolehkan dan sah, kecuali jika secara kasuistis terjadi penyimpangan, manipulasi, penipuan dan sejenisnya, maka secara kasuistis pula diterapkan, yaitu haram. Oleh karena itu jika ada masalah terkait ketidak sesuaian barang antara yang ditawarkan dan dibayar dengan yang diterima, maka berlaku hukum transaksi pada umumnya, bagaimana kesepakatan yang telah terjalin. Inilah salah satu faktor yang dapat menjadi penyebab batalnya transaksi jual beli dan dapat menjadi salah satu penyebab haramnya jual beli, baik online atau bukan, karena terjadinya manipulasi atau penipuan.

D. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE
Sebagaimana keterangan dan penjelasan mengenai dasar hokum hingga persyaratan transaksi salam dalam hokum islam, kalo dilihat secara sepintas mungkin mengarah pada ketidak dibolehkannya transaksi secara online (E-commerce), disebabkan ketidak jelasan tempat dan tidak hadirnya kedua pihak yang terlibat dalam tempat.
Tapi kalo kita coba lebih telaah lagi dengan mencoba mengkolaborasikan antara ungkapan al-Qur’an, hadits dan ijmma’, dengan sebuah landasan :

الأصل في المعاملة الإباحة حتى يدل الدليل لعلى تحرمه
“ Pada asalnya semua mu’amalah boleh hingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”
Dengan melihat keterangan diatas undijadikan sebagai pemula dan pembuka cenel keterlibatan hokum islam terhadap permasalahan kontemporer. Karena dalam al-Qur’an permasalahn trasnsaksi online masih bersifat global, selamjutnya hanya mengarahkan pada peluncuran teks hadits yang dikolaborasikan dalam peramasalahan sekarang dengan menarik sebuah pengkiyasan.
Sebagaimana ungkapan Abdullah bin Mas’ud : Bahwa apa yang telah dipandang baik leh muslim maka baiklah dihadapan Allah, akan tetapi sebaliknya.
Dan yang paling penting adalah kejujuran, keadilan, dan kejelasan dengan memberikan data secara lengkap, dan tidak ada niatan untuk menipu atau merugikan orang lain, sebagaimana firman Allah dalam surat Albaqarah 275 dan 282 diatas.

E. PERBEDAAN JUAL BELI OFFLINE DENGAN ONLINE
Adapun yang membedakan antara bisnis online dan offline adalah proses akadnya. Berikut ini karakteristik bisnis online adalah :
 Terjadinya transaksi antara dua belah pihak
 Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi
 Internet merupakan media utama dalam proses atau mekanisme akad tersebut.
Jadi bisa di simpulkan bahwa perbedaan antara jual beli online dan jual beli ofline adalah terletak pada proses transaksi (akad) dan media utama dalam proses tersebut. Akad merupakan unsur penting dalam jual beli. Secara umum bisnis dalam islam menjelaskan adanya transaksi yang bersifat fisik dengan menghadirkan benda tersebut ketika transaksi atau tanpa menghadirkan benda yang dipesan, tetapi dengan ketentuan harus dinyatakan sifat benda secara konkret, baik diserahkan langsung atau diserahkan kemudian sampai batas waktu tertentu seperti dalam transaksi as-salam dan transaksi al-istishna.
Bisnis online sama seperti bisnis offline, ada yang halal ada juga yang haram. Adapun keharaman bisnis online karena beberapa sebab yaitu :
1. Sistemnya haram, seperti money gambling. Judi itu haram baik di darat maupun di udara (online).
2. Barang atau jasa yang menjadi objek transaksi adalah barang yang diharamkan, seperti : narkoba, video porno, online sex, pelanggaran hak cipta, situs-situs yang bisa membawa pengunjung ke dalam perzinaan.
3. Melanggar perjanjian atau mangandung unsur penipuan.
4. Tidak membawa kemanfaatan tapi justru menggakibatkan kemadharatan.
Transaksi online diperbolehkan menurut islam selama tidak menggandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kezhaliman, kecurangan dan sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat jual belinya.

Rosulullah saw bersabda :
. لَعَنَ اللهُ اَكَلَ الرِّبَا وَمُوَكِلُهُ وَكَاتِبُهُ وَشَاهِدُهُ .
Artinya :
Allah melaknati kepada pemakan riba, orang yang mengurus, penulis, dan saksinya.

F. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JUAL BELI ONLINE
Sebagaimana halnya transaksi-transaksi yang lain memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan transaksi ini. Adapun kelebihan jual beli online adalah:
1. Dapat mempermudah
2. Tidak membutuhkan waktu lama
3. Dapat menghemat biaya
Di sisi lain, kelebihan yang mendasar yang ada pada transaksi online ini adalah si pembeli dan penjual sama-sama memiliki tingkat kejujuran dan kepercayaan yang tinggi sehingga keduanya tidak pernah merasa dirugikan.
Adapun kekurangannya adalah bahwa jual beli online ini membeirkan ruang untuk melakukan penipuan sehingga merugikan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s